Press "Enter" to skip to content

Folklore : Kebudayaan Turun Temurun

Diskusi Rutin Komunitas Seni Kuflet
Padang Panjang, wartapublika.com- Komunitas Seni Kuflet mengadakan diskusi rutin dengan materi “Folklore” Sabtu, (10/06/23) di Sekretariat Komunitas Seni Kuflet Kampung Jambak dengan narasumber Maharani Saputri dimoderatori Sarah Samosir” tutur Akbar Ketua Umum Komunitas Seni Kuflet.

Maharani mengatakan, kata Folklore terbagi dua, folk artinya sekelompok yang mempunyai ciri – ciri fisik, sosial dan kebudayaan.
Lore artinya tradisi yang di miliki yang diwariskan secara turun temurun.

“Bedanya folkrole dengan sejarah folklore identik dengan tradisi dan kesenian yang menyatu di dalam kehidupan masyarakat sedangkan sejarah kejadian yang terjadi dimasa lampau dan disusun berdasarkan peninggalan – peninggalan berbagai peristiwa,” ungkapnya.

Sementara Yova Bendahara Kuflet mengatakan, ada sebuah legenda tentang Bukit kandis cerita di daerah yang memiliki pantangan, yakni anak – anak dilarang keluar untuk bermain di waktu magrib.

Sedangkan, Sarah peserta diskusi mengatakan di kawasan Danau Toba ada cerita perihal sosok perempuan berambut panjang yang memiliki wajah abstrak yang sekarang menjadi penjaga Danau. Ini termasuk folklore”

Begitu juga dengan Rani menambahkan, sebagai kebudayaan yang kolektif tersebar dan diwariskan secara turun temurun dalam bentuk tradisional baik lisan yang disertai dengan gerak isyarat atau alau pembantu pengingat. Macam macam cerita atau narasi, seperti legenda, mitos, dongeng, hikayat, cerita pendek, cerita rakyat, fabel.

Lain lagi Maksal, mengatakan Ia pernah mengalami langsung tragedi tsunami di aceh yang di alaminya secara langsung pada tahun 2004 lalu. Kejadian itu merupakan pengalaman paling mengerikan yang di alaminya karena bencana alam yang memisahkannya dari orang tuanya.

” Maksal juga menanbahkan Yang penting tetap semangat jangan mudah mengeluh dan tetap melakukan hal – hal baik” ungkapnya mengakhiri perbincangan diskusi sore itu. (*/pajar)