Press "Enter" to skip to content

Wako Fadly Amran Paparkan Keunggulan Padang Panjang di Bidang Digital

PADANG PANJANG- Menjadi narasumber Diskusi Kota (Dikta) dalam Kegiatan Riset dan Rating Transformasi Digital dan Kota Cerdas Indonesia 2021, Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano memaparkan keunggulan yang dimiliki Kota Padang Panjang melalui Zoom Meeting di Ruangan VIP Balai Kota, Rabu (10/11).

Fadly menyebutkan Padang Panjang memiliki satu inovasi unggulan yang menjadikan data-data dari OPD bisa disinkronisasikan menjadi satu data. Sejalan dengan program Satu Data dari pemerintah pusat.

“Kita memiliki aplikasi Ultimate Daily Activity of Padang Panjang (Udajang). Satu aplikasi yang bisa mengelola informasi resmi, kanal pengaduan, penilaian kerja pemerintah, dan informasi-informasi yang digunakan untuk masyarakat,” ucapnya lagi.

Dalam kegiatan tersebut, Wako Fadly mengatakan, memaksimalkan fungsi digitalisasi membuat semua pekerjaan bisa menjadi lebih efisien. Dengan menciptakan suasana Smart City, Smart Society, dan Smart Government.

“Jika kebijakan Smart City itu ada, tentu akan memberikan kemudahan akses, kemudahan layanan bagi masyarakat. Dengan ini, menjadi kacamata dan mindset besar yang harus kita lakukan dalam pembangunan kota ke depannya,” ujar Fadly.

Diskusi Kota merupakan kegiatan yang dilakukan dalam bentuk agenda talkshow secara daring dengan wali kota/ wakil wali kota yang terlibat dalam Riset dan Rating Transformasi Digital dan Kota Cerdas Indonesia 2021 dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kota terkini serta kondisi implementasi Smart City yang dilakukan oleh pemerintah kota terkait.

Riset dan Rating Transformasi Digital dan Kota Cerdas Indonesia 2021 merupakan kegiatan yang diselenggarakan Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) Institut Teknologi Bandung (ITB), yang bertujuan untuk memotret kesiapan digital kota dan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan permasalahan kota sehingga dapat dijadikan acuan bagi tata kelola kota di Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui evaluasi terhadap kota-kota melalui proses identifikasi yang akan berlangsung dua tahap.

Pertama adalah self assessment. Tahap selanjutnya yaitu tahap pelengkapan data dan validasi data oleh tim peneliti melalui wawancara dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.