Press "Enter" to skip to content

Tinjauan Ekonomi Pembangunan Ekonomi Lima 5 Kota Kecil Di Indonesia Tahun 2020

(Bagian 3)

PERTUMBUHAN EKONOMI

Sejak diterapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) secara Nasional oleh Presiden Jokowi pada tanggal 1 April 2020, sebagai langkah antisipatif menghambat penyebaran virus Covid-19, secara tidak langsung mempengaruhi perokonomian daerah/nasional.

Selama tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi. Menurut laporan BPS, pertumbuhan ekonomi nasional minus 2,07 persen. Selama 20 Tahun terakhir, baru tahun inilah terjadi pertumbuhan ekonomi terkontraksi (minus).

Demikian juga dengan 5 (lima) Kota terkecil di Indonesia. Berurutan, pertumbuhan Ekonomi Kota Sibolga -1,36% ; Kota Padang Panjang, -1,44% ; Kota Bukittinggi, -1,74,% ; Kota Magelang, -2,45% dan Kota Mojokerto, -3,69%.

PERTUMBUHAN SEKTOR/LAPANGAN USAHA

Ada 2 (dua) Lapangan usaha yang terkait langsung dengan sektor perdagangan,yaitu;

– Perdagangan besar & eceran, reparasi mobil & sepeda motor. Pertumbuhannya Terkontraksi (minus) sekitar 1% pada 3 Kota (Padang Panjang, Bukittinggi dan Sibolga), terkontraksi 3,5% di Kota Magelang dan tertinggi kontraksinya di Kota Mojokerto sebesar 9,2%.

– Lapangan usaha transportasi & pergudangan pertumbuhannya terkontraksi cukup besar yaitu: terkontraksi 5,58% di Kota Sibolga, 6,44% di Kota Mojokerto, 10,77% di Kota Bukittinggi, 11,12 % dan paling tinggi terkontraksi di Kota Magelang sebesar 27,68%

lapangan usaha industri pengolahan juga mengalami pertumbuhan yang terkontraksi di kelima kota. Secara berurutan kontraksinya sebesar 0,21% di Kota Magelang, 1,02% di Kota Bukittinggi, 2,21% di Kota Sibolga, 2,41% di Kota Padang Panjang dan 3,55% di Kota Mojokerto.

Lapangan usaha lainnya yang juga pertumbuhannya terkonstraksi di kelima kota adalah penyedian akomodasi dan makan minum.

Lapangan Usaha ini cukup penting karena berkaitan dunia kepariwisataan. Di dua Kota, Padang Panjang dan bukittinggi pertumbuhannya terkontraksi lebih dari 2 digit, masing- masingnya 12,04% dan 23,31%. Selanjutnya, di kota mojokerto pertumbuhannya terkontraksi 8,36% dan kota Magelang 9,52%.

Menariknya, di Kota Sibolga pertumbuhannya hanya terkontraksi kurang dari 1%. Hal ini, barangkali disebabkan karena kedatangan wisatawan ke Kota Sibolga lebih karena urusan bisnis dan perdagangan produk pertanian dan perikanan.

2 Lapangan usaha lain yang pertumbuhannya terkontraksi di lima kota adalah konstruksi: dan jasa lainnya. Masing-masingnya, sbb:

– Lapangan usaha konstruksi ; di tiga Kota pertumbuhannya terkontraksi di bawah 4% yaitu: kota Magelang 1,7%, kota bukittinggi 2,77% dan Kota Padang Panjang 3,25%. Sedangkan 2 Kota lainnya (Mojokerto dan Sibolga) pertumbuhannya terkontraksi diatas 6% (6,26% dan 6,4/%).

– Lapangan usaha jasa lainnya ; di dua kota pertumbuhannya terkontraksi lebih dari 2 digit yaitu; kota bukittinggi 10,39 % dan Kota Mojokerto 14,5%. Sedangkan di Kota Magelang terkontraksi 7,03%, Kota Padang Panjang 9,66%, dan yang terendah Kota Sibolga 3,92%.

2 (dua) lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan positif adalah;
– informasi dan komunikasi, pertumbuhannya di lima kota rata-rata diatas 6,8%, bahkan di Kota Magelang sebesar 17,12%.

– jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh rata-rata di tiga kota diatas 7%, bahkan untuk Kota Bukittinggi sebesar 12,39%. Hanya di kota Sibolga yang pertumbuhannya minus 0,72%

KESIMPULAN

1. Selama tahun 2020 pertumbuhan ekonomi di lima kota terkontraksi (minus) rata-rata 2%. Terendah kota Mojokerto terkontraksi 3,69 dan teringgi Kota Sibolga 1,36.

2. lapangan usaha disektor perdagangan secara rata-rata mengalami kontraksi yang cukup tinggi, demikian juga usaha konstruksi dan lapangan usaha jasa masyarakat diluar jasa pendidikan.

3. Lapangan usaha Akomodasi dan makan minum, yang terkait dengan kegiatan kepariwisataan, mengalami kontraksi yg cukup dalam. bahkan untuk Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi diatas 2 digit. Terutama Kota Bukittinggi mencapai minus 23,31%

4. Pertumbuhan ekonomi di lima Kota tersebut sedikit tertolong dari pertumbuhan positif lapangan usaha informasi dan komunikasi dan jasa kesehatan kegiatan sosial. Meningkatnya pengeluaran masyarakat untuk membeli pulsa handphone untuk kegiatan ‘daring’ dan kegiatan komunikasi lainnya karena kebijakan ‘Work from Home’. Disamping itu juga tertolong oleh pengeluaran pemerintah dibidang kesehatan (penanggulangan pandemi covid-19) dan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat.

——–*
Padang Panjang, Juni 2021
Indra Gusnady

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.