Press "Enter" to skip to content

Teater Adalah Kehidupan : Menimba Ilmu Dari Kehidupan

Padang Panjang,Warta Publika.Com – Diskusi seni menjadi agenda rutin Komunitas Kuflet Padang Panjang Sumatera Barat. Diskusi tiap hari menampilkan anggota komunitas sebagai narasumber, sedangkan diskusi bulanan menghadirkan pakar dan ahli dibidang seni.

Diskusi bulanan kali ini mengangkat tajuk ” Menafsirkan Kembali Seni Peran” dengan menghadirkan dosen Seni Teater ISI Padang Panjang Edy Suisno, S,Sn., M.Sn. sebagai narasumber.

Ketua Komunitas Seni Kuflet Furqan Alfarizi mengatakan diskusi rutin setiap hari, biasanya yang menjadi narasumber adalah anggota Kuflet, saling memberi dan menerima.

Kegiatan tersebut menjadi kegiatan rutin, namun sebulan sekali Kuflet selalu saja mengundang narasumeber ahli di bidang seni, baik itu tentang Tari, Sastra, Musik, Seni Rupa dan Teater.

” Diskusi bulanan kali ini, kami mengundang narasumber ahli di bidang teater untuk membahas tentang seni peran,” ujarnya kepada wartapublika.com, Minggu (13/6)

Sulaiman Juned, Pendiri dan Penasihat Kuflet mengatakan Setiap sebulan sekali secara rutin, Komunitas Seni Kuflet mengundang narasumber ahli untuk menambahkan asupan ilmu kepada seluruh anggota.

Kehadiran Edy Suisno untuk mendialogkan bagaimana menafsirkan seni peran yang berkaitan dengan akting atau pemeranan. Diharapkan seluruh anggota dapat memaknai persepsi akting sebagai sesuatu yang dimainkan itu memiliki watak atau karakter.

” Sehingga ketika menjadi aktor dapat melakukan sesuatu yang mencerminkan karakter,” ungkap sastrawan yang juga Ketua Jurusan Seni Teater ISI Padang Panjang ini.

Disisi lain, Edy Suisno menyebutkan teater itu harus memberikan isian emosi. Jadi aktor yang handal tidak hanya latihan olah tubuh, vokal, rasa dan meditasi. Namun yang lebih penting dapat membekali kepalanya dengan tabungan-tabungan visual dengan sering menonton pertunjukan teater, tari, musik, dan film serta peka dalam melihat fenomena lingkungannya.

Bagi seorang aktor harus mampu memasuki usia, memasuki ke ruang keadaan yang jauh dari keseharianmu untuk memperlihatkan karakter baru yang dibutuhkan oleh teks lakon.

” Sehingga ketika di casting oleh sutradara dapat menciptakan ilusi akting karena telah memiliki tabungan visualitas tersebut, ” papar Dosen Seni Teater yang juga sutradara teater dan penulis Lakon handal itu.

Edy Suisno menambahkan Teater adalah kehidupan, para teaterawan sesungguhnya menimba ilmu dari kehidupan. Jadi untuk itu sebagai pemeran harus memiliki kesadaran pada atributmu untuk mengenali diri sendiri. Selain harus peka dan belajar pada kehidupan, aktor haruslah memiliki tiga atribut.

Pertama, Kamu sebagai Kamu, harus dapat mengetahui apa kekurangan dan kelebihanmu. Harus menyadari kekurangan dan kelebihanmu terhadap Vokal, dan tubuh yang bersifat universal. Kedua, sadari sebagai pemeran sudahkah memiliki dasar-dasar bagaimana bermain di atas panggung. Ketiga, kamu sebagai karakter. Jika lebih besar kamu sebagai pemeran bermainnya mekanik, semuanya diperhitungkan dengan mempergunakan tekhnik pemeranan, maka aktingnya sudah pasti di desain.

Seharusnya kalau kamu sebagai karakter, dapat mengkoordinasikan dan menerapkan dengan pas antara kemampuan sebagai pemeran kamu dengan kamu dengan sebagai karakter berlaku seimbang. maka kualitas keaktoran secara proposional akan terlihat aksi-aksi baik motif dan tujuan terformulasikan secara sungguh-sungguh,” tuturnya. (Rel)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.