Press "Enter" to skip to content

Rutan Padang Panjang Zero ” Halinar “

PADANG PANJANG – Menindaklanjuti Instruksi Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : PAS-PK.02.10.01-1147 Tanggal 19 September 2021, Rutan Kelas II B Padang Panjang ( Rupajang -red) deklarasikan perang terhadap Halinar ( Hape, Pungli dan Narkoba ).

Deklarasi dihadiri Walikota Padang Panjang Fadly Amran, Ketua DPRD Mardiansyah, Kapolres AKBP. Novianto Taryono, Danramil 01 Padangpanjang, Komandan Satbrimobda Sumbar Kompi B Padang Panjang, Kajari, Ketua PN, Kepala Dinas Kesehatan, Nuryanuwar, Kepala BPBD I Putu Venda, Kepala ULP PLN  dan undangan lainnya.

Karutan Rudi Kristiawan, Rupajang harus benar-benar bersih dari Halinar. Bersih dari penggunaan HP di lingkungan Rutan, bersih praktek pungli dan bersih dari peredaran narkoba. “Rupajang harus Zero Halinar, siapapun termasuk petugas di jajaran Rupajang yang melakukan pelanggaran pasti kena tindakan tegas,” tegas Alumni AKIP 43 ini, Selasa (28/09/21).

Deklarasi perang terhadap Halinar dilanjutkan dengan Operasi Pengendalian Bersama dengan TNI – Polri, Stakeholder dilakukan  terhadap warga binaan di setiap sudut kamar dan blok dilingkungan Rupajang agar betul-betul bebas dari Halinar.

Menurut Rudi, operasi atau penggeledahan kamar warga binaan merupakan upaya Rutan Padang Panjang dalam melakukan deteksi dini terjadinya gangguan Kamtibmas, wujud sinergitas dengan TNI-Polri dan ASN, serta pencegahan peredaran dan penggunaan jenis Narkotika di lingkungan rumah tahanan.

Berbeda dengan operasi sebelumnya, operasi pengendalian bersama yang digelar oleh Rupajang, Karutan Rudi Kristiawan tidak hanya melibatkan TNI -Polri saja, namun juga melibatkan diantaranya BPBD, BNN, PLN, Dinas Kesehatan dan Damkar.

Diungkapkan Rudi Kristiawan, terbakarnya Lapas Kelas 1 Tangerang pada hari Rabu (8/9) dini hari itu menjadi pelajaran bagi Rupajang, sesuai dengan instruksi Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI maka Rupajang mengandeng stakeholder terkait.

Menyikapi kondisi Rutan Padang Panjang, Rudi Kristiawan mengungkapkan bahwa Rutan Padang Panjang berdiri pada tahun 1926, dengan area seluas 2.432 meter persegi dan dengan jumlah kamar WBP sebanyak 17 unit.

Disisi lain Kapolres Novianto Taryono mengakui, untuk mewujudkan bersih peredaran maupun penyalahgunaan jenis Narkoba, Rupajang dengan melibatkan TNI-Polri dan stake holder terkait,  melakukan razia gabungan penggeledahan kamar warga binaan di semua kamar.

Kata Novianto Taryono, tujuan utama dari kegiatan operasi pengendalian bersama dan deklarasi Perang Halinar di Rutan Padangpanjang merupakan suatu bentuk kesiapan petugas didalam melakukan pengawasan terhadap dan kepatuhan WBP.

“Kegiatan operasi ini terfokus kepada pengecekan keamanan dan ketertiban Rutan dan sekaligus dilakukan penggeledahan.  Penggeledahan kamar warga binaan hasilnya nihil jenis obat terlarang dan minuman keras,” ungkap Kapolres Novianto Taryono.

Novianto Taryono, yang lansung turut operasi mengapreasiasi inovasi gerakan yang dilakukan kepala Rutan Padang Panjang, meski ditemukan beberapa barang- barang milik warga binaan, seperti korek api, botol minyak wangi, kaleng rokok dan beberapa barang lainya namun tidak begitu membahayakan.

Begitu juga dengan  Wali Kota Fadly Amran Datuak Paduko Malano, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada kepala Rutan Padang Panjang, yang menyelenggarakan operasi dengan melibatkan banyak unsur stakeholder Kota Padang Panjang.

“Pemerintah Kota Padang Panjang mengapresiasi kegiatan yang diadakan kepala Rutan,” ujar Fadly Amran yang juga berkesempatan memberi semangat kepada WBP .( adek)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.