Press "Enter" to skip to content

Refleksi Tiga Tahun Masa Kepemimpinan Fadly -Asrul.

PADANG PANJANG – Program pembangunan daerah yang tertuang dalam visi dan misi butuh proses dan banyak hal yang diperlukan, namun Fadly – Asrul optimis hal ini bisa tercapai dan Padang Panjang yang bermarwah dan bermartabat akan terwujud.

” Butuh sinergitas dan eksistensi pencapaian meski dimasa-masa sulit seperti saat pandemi melanda, namun profesionalitas dan kerja tuntas tetap menjadi tujuan utama,” ujar Walikota Fadly Amran dalam konferensi pers, Senin (18/10/21) di pendopo rumah dinas walikota Padang Panjang.

Selain dihadiri Wawako Asrul, jumpa pers Capaian Kerja Dan Prestasi Tiga Tahun Masa Kepimpinan Fadly Asrul ini juga dihadiri Sekdako Sonny Budaya Putera, Tim Percepatan Pembangunan Padang Panjang, Kepala OPD, wartawan yang bertugas di Padang Panjang.

Fadly amran Menerima Pin Emas Dari Kemenkop UKM, Satu – Satunya Walikota Di Indonesia

Fadly memaparkan, di tahun 2021 ini Kota Padang panjang sudah meraih banyak penghargaan, baik itu ber-skala nasional maupun lokal, dimana penghargaan yang diterima itu ada yang langsung diperuntukkan kepadanya sebagai Walikota dan ada juga pencapaian atas prestasi tingkat badan dan OPD Kota Padangpanjang.

Sedangkan guna mewujudkan pencapaian program visi dan misinya yang tertuang dalam RPJMD, Fadly Menyebutkan mengalami keterlambatan akibat refocusing anggaran Covid-19.  “Meski begitu, dirinya optimis semua program visi misi sepenuhnya tercapai dimasa dua tahun pemerintahan kami ini,” kata

Wakil Walikota Asrul menambahkan, bahwa dalam tiga tahun pemerintahan berjalan, dari sebanyak 31 poin program visi misi telah terealisasi 19 program. ” Artinya masih ada 11 program yang akan kami dikerjakan pada dua tahun masa kemimpinan kepimpinan kami,” tambah Asrul.

Infrastruktur Tetap Dibangun pada Masa Pandemi

Wali Kota, H. Fadly Amran, menambahkan berbagai infrasruktur tetap dibangun meski dalam masa pandemi Covid-19. Covid 19 ini mempengaruhi kehidupan ekonomi, termasuk pembangunan Kota Padang Panjang.

” Kenapa ini bisa terjadi? Sama diketahui, saat ini semua anggaran diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Baik itu dana APBD, maupun dana dari APBN, dialihkan untuk fokus pada penanganan Covid-19,” terangnya

Kondisi ini, ulas Fadly Amran juga tetap diupayakan untuk melanjutkan pembangunan yang lain. “Insyaa Allah ke depan pembangunan fisik lainnya akan kita mulai. Salah satu infrasruktur yang sedang dibangun yaitu pedesterian Kota Padang Panjang yang ramah lingkungan,” katanya.

Pembangunan pedesterian yang sedang berlangsung yaitu di Jalan Imam Bonjol, Jalan Khatib Sulaiman, Jalan M. Syafei, serta Jalan Soekarno Hatta. Pedesterian di Jalan Soekarno Hatta, memiliki panjang 1.200 meter. Pedestrian ramah disabilitas ini, telah bisa dimanfaatkan pejalan kaki dan warga disabilitas.

Untuk pedesterian Jalan Imam Bonjol, mulai dari Simpang AB Mart sampai dengan Simpang BPD, memiliki panjang lebih kurang 400 meter dari kiri ke kanan. Untuk Jalan M. Syafei lebih kurang 140 meter kiri dan kanan. Sedangkan Jalan Khatib Sulaiman, memiliki panjang lebih kurang 300 meter dari kiri dan kanan.

Beberapa waktu lalu, Wako Fadly langsung memantau titik-titik proses pengerjaan yang sedang berjalan, agar pembangunan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan perencanaan yang telah diusulkan sebelumnya.

“Saya ingin pedesterian pasar ini dapat segera selesai, sehingga nanti pasar ini tampak lebih indah dan mampu menjadi pasar yang menarik bagi pengunjung yang datang ke Padang Panjang,” harapnya.

Selain membangun trotoar, proses pembangunan pedestrian ini juga akan membangun titik-titik parkir, halte, taman, tempat duduk yang dilengkapi ampitheater dan pusat informasi serta juga pusat oleh-oleh yang nantinya akan ditempatkan di depan pasar.

Padang Panjang Juara I Penyelenggaraan Adminduk

Program Pendidikan Tetap Prioritas di Tengah Pandemi

Selain sektor ekonomi dan kesehatan, sektor pendidikan merupakan prioritas Wako Fadly dan Wawako Asrul di tengah masa pandemic Covid-19 ini. ” Seperti kita ketahui bersama, sejak awal 2020, pandemi Covid-19 telah berefek besar terhadap perekonomian masyarakat,” ungkap Fadly .

Dikatakannya, Pemko berupaya mengurangi pengeluaran masyarakat sehingga perekonomian perlahan membaik. “Beberapa langkah kita upayakan untuk tercapainya layanan pendidikan tetap berjalan maksimal. Di antaranya pemberian beasiswa,” sebutnya.

Pemko terus mengupayakan, lanjut Fadly, agar Program Beasiswa Padang Panjang Juara tetap berjalan. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas dan berkompeten serta membanggakan Padang Panjang.

“Sudah menjadi komitmen kita, beberapa program dalam pendidikan seperti Program Padang Panjang Juara tetap berjalan. Kita sudah bekerja sama dengan delapan Perguruan Tinggi melalui beasiswa siswa dan guru juara. Selain itu kita juga upayakan beasiswa dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, kebijakan lain di bidang pendidikan yaitu Beasiswa Pengkaderan Ulama, Kampung Tahfiz dan Smart Surau, serta Maghrib Mengaji merupakan program kegiatan strategis guna memajukan pendidikan. “Ini adalah esensi dari Kejayaan Kota Padang Panjang,” sebutnya.

Salah seorang anggota Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Panjang, Yusrizal KW menambahkan, salah satu kebijakan dalam rangka meningkatkan pembangunan manusia adalah program literasi di tengah masyarakat. Tujuan utamanya untuk menggali potensi yang dimiliki masyarakat.

Untuk mewujudkannya, katanya, perlu didukung dengan berbagai kebijakan strategis yang perlu disusun bersama. Program unggulan di bidang pendidikan ini tentu tidak hanya sekadar menambah sarana dan prasarana pendidikan saja, tapi juga bagaimana membangun manusianya.

“Saat ini di Padang Panjang terdapat 16-20 gerakan literasi yang sudah berjalan, empat di antaranya sudah mempunyai akta notaris. Sehingga terbuka peluang dalam penerimaan bantuan,” ucapnya.

Padang Panjang Targetkan Universal Labour Coverage Satu-satunya di Indonesia

Wako Fadly mengatakan, masih ada program dalam pembangunan sumber daya manusia yang saat ini sedang dikejarnya. Diantaranya berkomitmen dengan pihak BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan terkait dengan jaminan sosial bagi para pekerja. Angkanya akan dinaikkan dari 1.000 menjadi 2.000 orang pada tahun depan.

“Insyaa Allah dengan hal ini, kita juga akan mengejar Universal Labour Coverage. Jadi seluruh tenaga kerja aktif non-upah akan kita asuransikan, dan program ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Kita juga sudah mendapatkan penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Barat pada bulan lalu atas inisiasi kita terkait hal ini,” paparnya.

Ditambahkannya, melalui program yang menyentuh langsung masyarakat umum dimasa pandemi Covid-19 ini, bisa mengurangi pengeluaran warga. Karena fungsi dari pemerintahan adalah bagaimana mengurangi pengeluaran dari masyarakat sehingga perekonomian mereka bisa perlahan-lahan membaik.

“Pada 2020 kemarin, kita juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat. Seperti bantuan sosial dan bantuan kewirausahaan. Pada tahun 2021 ini, kita fokus mengurangi pengeluaran masyarakat, salah satunya melalui program jaminan sosial tadi,” tambahnya.

Meski jalan menuju percepatan visi misi penuh tantangan akibat pandemi Covid-19 di awal 2020, sebutnya, namun Pemko terus melakukan upaya menghadirkan pembangunan infrastruktur yang nyaman bagi masyarakat Kota Padang Panjang.  “Pembangunan infrastruktur menjadi bekal masa depan yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk melakukan pergerakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ulasnya.(adv)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.