Press "Enter" to skip to content

Rapat Paripurna HJK Padang Panjang Ke-235 Digelar Secara Sederhana.

PADANG PANJANG, wartapublika.com – Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) ke-235 Kota Padang Panjang diadakan secara sederhana dan khidmat pada hari ini, jauh dari kemeriahan yang biasanya mengiringi acara tahunan tersebut.

“Langkah ini diambil seiring masih adanya dampak banjir bandang yang melanda beberapa kelurahan di kota pada Kamis (27/11) lalu,” ujar Ketua DPRD Imbral, ketika membuka Rapat Paripurna Peringatan HJK Padang Panjang, ke 235 di Ruang Sidang DPRD setempat, Senin (1/12/25).

Sidang Paripurna DPRD Peringatan HJK ke 235 Padang Panjang itu, dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemprov Sumbar Syaiful Bahri, Walikota Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Allex Saputra, Wakil Ketua DPRD Mardiansyah dan Nurafni Fitri, Anggota DPRD, unsur Forkopimda, Kepala OPD, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Tokoh Masyarakat dan sejumlah undangan lainnya,

Disebutkan Imbral, masa 235 tahun bukanlah perjalanan yang singkat buat sebuah kota. Kota ini tumbuh dari sebuah kawasan kecil di lereng Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan, pusat pembelajaran agama, pusat seni dan budaya, serta tempat lahirnya banyak tokoh besar bangsa.

“Pada peringatan Hari Jadi Kota Padang Panjang ke 235 tahun ini pemerintah daerah mengangkat tagline atau tema Hari Jadi Kota yaitu “Membangun dengan Hati, Inovasi dan Berkolaborasi.”ujar Imbral didampingi wakil ketua Mardiansyah dan Nurafni Fitri.

Ditegaskan Imbral, tema HJK kali ini mengandung makna mendalam bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya infrastruktur, tetapi juga dari ketulusan niat dari hati dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Membangun dengan hati berarti hadir untuk melayani, bukan dilayani. Sementara inovasi dan kolaborasi adalah modal utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” jelas Imbral.

Imbral juga mengingatkan, untuk menjadikan peringatan HJK kali sebagai masabah untuk berbenah diri serta teguran dan peringatan dari Allah SWT untuk selalu mengingat kuasa Illahi.

Selanjutnya, Ketua KAN Nagari Bukit Surungan Faiz Fauzan El Muhammady Dt. Bagindo Marajo sebagai perwakilan tokoh masyarakat menyebutkan, peringatan HJK ke 235 Padang Panjang merupakan salah satu momen untuk melakukan evaluasi terhadap program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Padang Panjang.

“Sebabagi masyarakat, kita tentu berharap semua kebijakan yang dibuat berorientasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, Kota Padangpanjang bukanlah daerah yang kaya Sumber Daya Alam dan masih bergantung terhadap kucuran dari pemerintah pusat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Faiz Fauzan juga berharap, ditengah keterbatasan keuangan daerah dan bencana Metereologi yang melanda Kota Padang Panjang beberapa hari lalu, tentunya akan menjadi perhatian bersama bagaimana pemerintah hadir dan mengayomi masyarakat dalam keadaan apapun.

“Hari Jadi Kota ke 235 ini juga menjadi pengingat bahwa membangun Padangpanjang tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja. Diperlukan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan semangat Membangun dengan Hati, Inovasi dan Kolaborasi,” tutupnya.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis dalam kesempatan tersebut, mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, mengevaluasi diri, muhasabah diri, sekaligus mempertegas identitas Kota Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah dan meneguhkan komitmen untuk terus berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

“Bencana yang melanda Kota Padang Panjang beberapa hari lalu, saat ini masih dalam tahap pencarian korban yang belum ditemukan. Tentunya, ini menjadi pengingat bagi kita semua, tidak semua yang kita rencanakan bisa berjalan dengan kemauan kita, kehendak sang penciptalah diatas segala-galanya,” sebut Hendri Arnis.

Kepada masyarakat, Hendri Arnis menyampaikan, pemerintah daerah telah berupaya untuk selalu hadir dalam setiap permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Tetapi, tidak semua yang telah dikerjakan bisa sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Selain pemulihan pascabencana, kita juga akan melakukan relokasi terhadap saudara kita yang kehilangan tempat tinggal maupun rumahnya yang rusak berat akibat bencana beberapa hari lalu.Begitupun dengan masyarakat yang masih berada di posko pengungsian, kita akan tetap berusaha memenuhi kebutuhan mereka, baik melalui anggaran daerah, bantuan Pemprov Sumbar maupun sumbangan dari pihak-pihak yang peduli,” ucapnya.

Gubernur Sumbar yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Syaiful Bahri, SP., MM menyampaikan ucapan permohonan maaaf dari Gubernur Sumbar yang berhalangan hadir, karena ada kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sumbar untuk meninjau sejumlah lokasi bencana.

“Melalui kesempatan ini, Pak Gubernur memyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir di Padang Panjang dan turut berduka atas bencana yang menimpa masyarakat beberapa hari lalu. Selain itu, Pak Gubernur juga memberikan apresiasi terhadap Pemko Padang Panjang yang telah meriah sejumlah penghargaan selama tahun 2025,” sebut Syaiful Bahri.

Gubernur Sumbar juga menyampaikan ucapan selamat atas penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Bunda Rahmah El Yunusiah yang merupakan tokoh pergerakan dan pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.

“Ini salah satu bentuk pengakuan, bahwa Pendidikan di Padangpanjang telah jauh unggul sebelum Indonesia merdeka. Di kota ini, cukup banyak tokoh-tokoh nasional yang lahir dan menimba ilmu, tentunya kejayaan masa lalu itu, terus bertahan dan akan menjadi salah satu pemicu semangat agar Padang Panjang bisa lebih maju dalam segala bidang,” pesan Gubernur yang dibacakan Syaiful Bahri. (*/adk)

More from NEWSMore posts in NEWS »

Comments are closed.