Press "Enter" to skip to content

Peringati Tahun Baru 1446 Hijriah, Masjid Taqwa Muhammadyah Gelar Tabligh Akbar

Syeikh Dr. Muhammad bin Ahmad Al-Khatib asy-Syami az-Zubaidy.(tengah)

Hadirkan Syeikh Dr. Muhammad bin Ahmad Al-Khatib asy-Syami az-Zubaidy

PADANG PANJANG – Menyambut masuknya tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah, yang jatuh bertepatan dengan Ahad, 7Juli 2023, Muhammadiyah Daerah Padang Panjang Batipuh X Koto (Pabasko), menggelar tabligh akbar.

“Tabligh Akbar kita laksanakan Sabtu, 6 Juli 2024 pagi. Narasumbernya adalah Syeikh Dr. Muhammad bin Ahmad Al-Khatib asy-Syami az-Zubaidy. Beliau adalah dosen LIPIA Jakarta yang berasal dari Suriah, kini sedang memberi kursus singkat bagi santri Pesantren Kauman Padang Panjang,” ujar Ketua Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Kauman Suheri. 

Menurutnya, selain menyambut tahun baru hijriyah itu, kegiatan yang melibatkan seluruh pimpinan, anggota, simpatisan, dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Daerah Pabasko itu, juga dalam rangka memperingati 115 Tahun Perjalanan Muhammadiyah,versi penanggalan hijriyah. 

Suheri mengatakan, pada kesempatan itu Muhammadiyah Daerah Pabasko juga akan menandai dimulainya program Gebyar 200 KTAM Gratis.

“Kita juga menampilkan kehandalan dan kemampuan tahfidz santri kita; Mutawakkil Mahbub. Dia adalah juara lomba tahfidz Alquran di RCTI tahun lalu,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pabasko Musriadi Musanif, menghimbau keluarga besar Muhammadiyah untuk menghadiri kegiatan tabligh akbar itu, sebagai momentum penting bagi Muhammadiyah dalam mendorong penerapan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). 

“Penentuan awal bulan Hijriyah selalu menjadi topik penting dalam kehidupan umat Islam. KHGT hadir untuk menawarkan solusi yang lebih sistematis, dalam menetapkan awal bulan baru berdasarkan kriteria astronomis yang jelas. Dalam KHGT, awal bulan baru ditentukan oleh beberapa parameter utama, yaitu imkan rukyat dan konjungsi,” ujarnya. 

Berdasarkan hasil kajian Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, imbuhnya, imkan rukyat adalah kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama, setelah terjadinya konjungsi atau ijtimak.  

Menurut KHGT, imkan rukyat terjadi ketika tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minima l8 derajat, saat matahari terbenam di belahan bumi manapun.

Selain itu, konjungsi harus terjadi sebelum pukul 12:00 malam waktu Greenwich (GMT) untuk dapat menentukan awal bulan yang baru pada hari berikutnya. 

Jika syarat diatas tidak terpenuhi, yakni konjungsi terjadi lewat dari pukul 12:00 malam GMT, maka bulan baru tetap bisa dimulai, dengan syarat konjungsi tersebut terjadi sebelum fajar di New Zealand, dan telah imkan rukyat di daratan benua Amerika atau kawasan lain di luar benua Amerika.  

“Apabila tidak ada kawasan yang memenuhi imkan rukyat pada hari konjungsi, bulan baru akan dimulai lusa setelah hari konjungsi,” ujarnya. 

Ditambahkan, untuk menentukan awal Muharram 1446 H, berdasarkan perhitungan astronomis, konjungsi bulan terjadi pada Jumat, 5 Juli 2024 pukul 22:57:19 GMT.

Selanjutnya, imkan rukyat atau kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama terjadi pada Sabtu, 6 Juli 2024 pukul 11:30:38 GMT, dengan tinggi bulan sekitar 6 derajat dan elongasi 8 derajat.  

“Berdasarkan kriteria KHGT, kondisi ini sudah memenuhi syarat untuk menetapkan awal bulan Muharram 1446 H yang jatuh pada Ahad, 7 Juli 2024,” tambahnya. 

Menurutnya, ppenetapan tanggal ini memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam. Selain sebagai awal tahun baru Hijriyah, 1 Muharram juga seringkali diperingati sebagai momentum untuk refleksi dan evaluasi diri.  

Dengan adanya penetapan yang berdasarkan kriteria KHGT ini, diharapkan dapat mengurangi perbedaan pendapat, dan meningkatkan kesatuan dalam penentuan awal bulan Hijriyah.  

Hal ini akan sangat membantu dalam menyelaraskan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bergantung pada kalender Hijriyah, termasuk penentuan hari-hari besar Islam dan perencanaan aktivitas tahunan lainnya.(*/rel)