Press "Enter" to skip to content

Pemprov Sumbar, Menerapkan ‘New Normal’ Setelah Berakhirnya PSBB Tahap 2, Tanggal 29 Mei 2020 !?

Indra GusnadyPSBB di wilayah Propinsi Sumatera Barat tahap 2 akan berakhir tanggal 29 Mei 2020. Dilihat dari berita yang berkembang, baik dari pernyataan Presiden Jokowi dan Gubernur Propinsi Sumatera Barat Irwan Prayitno, ada sinyal bahwa PSBB tidak akan dilanjutkan tetapi diganti dengan ‘new normal’ (kenormalan baru).

Kenapa ‘new normal’?

Setidaknya ada 2 alasan, kenapa protokol baru ini dimunculkan:

1. Adanya pendapat para ahli/pakar bahwa covid-19 tidak akan tuntas dalam waktu dekat. 

_Berpedoman  kepada masa pandemi varian virus Corona sebelumnya, SARS dan MERS yg melebihi 8 bulan. Bahkan, organisasi kesehatan dunia WHO memberi wanta-wanti bahwa saat ini penyebaran covid-19 belum memasuki gelombang kedua, ‘Secara global, kita masih dipertengahan gelombang pertama,”kata Mike ryan, Direktur eksekutif WHO, seperti yang dikutip reuter.

2. Menggerakkan kembali aktifitas ekonomi, menyelamatkan perekonomian supaya tidak terpuruk. 

_Penerapan PSBB, telah membuat ekonomi melambat, bahkan beberapa aktifitas ekonomi masyarakat di daerah ada yang berhenti.

Sepertinya, kebijakan ‘new normal’ ini digagas Pemerintah Pusat, setelah melihat  beberapa negara yang telah dan akan menerapkannya seperti: Korsel, Selandia baru, Italia, dan Malaysia, menyusul Jerman dan Singapura. Dengan kasus virus Covid-19 yang mereda di wilayah mereka.

Meskipun masih ada pro-kontra penerapan “new normal’ pada saat ini di Indonesia, seperti pernyataan Eijkman Pradipta jati Kusuma. Menurutnya, di beberapa negara pelonggaran restriksi sosial diberlakukan karena jumlah kasus di negara mereka berada di single digit disetiap harinya sebelum ‘new normal’ dijalankan.(cbnc. Indonesia)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, mencatat ada penambahan kasus konfirmasi positif covid-29 di Indonesia (27/5/2020) mencapai 23.851 orang, bertambah 686 atau naik 2,96 % dibandingkan posisi perhari sebelumnya. Artinya, kurva belum benar-benar bisa dibilang melandai.

Apakah kab/kota dan Propinsi sumatera barat akan menerapkan  ‘new normal’?

Sebelum memutuskan penerapan ‘new normal’ harus memperhatikan kondisi daerah sesuai dengan kriteria yg disampaikan Doni Murdado, ketua gugus tugas penanganan Covid-19

kriteria pertama, daerah yang belum sama sekali ada kasus positif covid-19

kriteria kedua, daerah yang berwarna hijau ada kasus, tetapi mengalami penurunan. Serta,  daerah yang lolos standar ‘new normal’ dari WHO.  Kriteria WHO yang dimaksud adalah ; 

– Penurunan jumlah kasus ODP,PDP,positif 2 Minggu lebih dari 50%

– Penurunan jumlah kasus ODP, PDP yang dirawat rumah sakit

– Kriteria lainnya: kenaikan jumlah yang sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan ODP dan PDP, lalu R0 kurang dari 1 dan terakhir pemeriksaan spesimen meningkat dalam 2 Minggu.

Kesimpulannya, Pemerintah Propinsi dan kabupaten/kota di Sumbar ketika memberlakukan ‘New Normal’ seyogyanya berpedoman pada kriteria-kriteria tersebut diatas. Disamping, memenuhi kelengkapan sesuai dengan Kemenkes nomor: HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 ditempat kerja dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi. *)

Padang Panjang, 28 Mei 2020

*) Indra Gusnady

Comments are closed.

Mission News Theme by Compete Themes.