Pagi itu, Kamis (28/5) halaman rumah Koyan, Kubu Karikia tempat berkumpulnya para alumni mulai ramai sejak matahari belum terlalu tinggi. Beberapa pria tampak sibuk menyiapkan perlengkapan penyembelihan hewan qurban, memasang terpal pelindung sementara di sudut lain para ibu menata hidangan sederhana untuk makan bersama.
Satu persatu kedatangan para alumni mulai kelihatan. Suara tawa, sapaan lama yang kembali terdengar, dan jabat tangan penuh kerinduan menjadi warna tersendiri dalam kegiatan Qurban dan Halal Bihalal Alumni SMA Negeri Padang Panjang Angkatan 1987.
Momentum Idul Adha tahun ini terasa istimewa karena menjadi pelaksanaan qurban perdana yang digelar oleh Alumni 87. Dalam kegiatan tersebut, panitia menyembelih sebanyak empat ekor sapi dan satu ekor kambing yang berasal dari partisipasi para alumni dan keluarga besar angkatan.
Bagi banyak alumni, kegiatan ini bukan sekadar ibadah, melainkan simbol tumbuhnya kebersamaan, rasa ” bakawan badunsanak salamonyo ” dan kepedulian sosial setelah puluhan tahun menjalin persahabatan sejak masa sekolah.
“Ini qurban perdana kami. Alhamdulillah antusias kawan-kawan sangat luar biasa. Semoga menjadi awal yang baik dan bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Yosondra Kempes, ketua panitia di sela kegiatan.
Di tengah kesibukan proses penyembelihan hewan qurban, suasana kekeluargaan begitu terasa. Tidak ada sekat jabatan maupun profesi. Semua larut dalam semangat kebersamaan, bercengkrama, photo bersama hingga mendistribusikannya kepada masyarakat sekitar, keluarga alumni, dan pihak yang membutuhkan.
Rasa puas dan haru juga dirasakan para peserta qurban. Banyak alumni mengaku bangga karena kegiatan perdana tersebut berjalan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Seperti yang diungkapkan peserta qurban, Naswardi, Irmanini, Faizah, Novrizal, Hendra Yodi, Zulfikri Dt Gauang dan lainya.

Irmanini mengapresiasi panitia qurban, mulai dari perencanaan, persiapan, pemotongan sapi dan kambing berjalan lancar dan sukses. Panitia serta kawan- kawan semuanya bekerja dengan semangat dan solid dengan rasa kebersamaan.
” Alhamdulillah semua berjalan lancar, semoga jadi amal sholeh dan tentu menjadi berkah untuk kita semua,” ungkap alumni yang akrab disapa Nini.
Mereka merasa kegiatan ini bukan hanya menjadi ladang ibadah, tetapi juga menjadi momen mempererat kembali hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah, dan berharap tahun depan terulang kembali.
” Insya Allah tahun depan lebih banyak lagi peserta, perencanaan kegiatan lebih matang untuk kedepan rencana reuni 40 tahun dan qurban,” ungkap Faizah, perempuan yang pernah di percaya menjadi ketua alumni 87 SMA Negeri Padang Panjang ini.
Hal serupa disampaikan masyarakat sekitar yang menerima manfaat dari pembagian daging qurban. Warga menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai membawa suasana kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Beberapa warga bahkan berharap kegiatan seperti itu terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Tradisi qurban sendiri identik dengan nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan sosial. Sejumlah kegiatan qurban di berbagai daerah tahun ini juga menonjolkan semangat berbagi dan gotong royong masyarakat.
Namun bagi Alumni 87, kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam. Bukan sekadar agenda seremonial, melainkan cara menjaga hubungan persahabatan agar tetap hidup meski usia terus bertambah.
Menjelang siang, setelah seluruh proses pembagian daging selesai, acara dilanjutkan dengan Halal Bihalal. Para alumni duduk melingkar, saling bertukar cerita tentang keluarga, kesehatan, pekerjaan, hingga kenangan masa putih abu-abu yang masih lekat di ingatan.
Dalam kesempatan itu, para alumni juga sepakat menjadikan kegiatan qurban dan halal bihalal sebagai agenda rutin tahunan. Harapannya, tradisi tersebut dapat terus mempererat silaturahmi sekaligus memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin kebersamaan ini terus hidup. Insya Allah kegiatan qurban Alumni 87 akan dilanjutkan setiap tahun dengan semangat persaudaraan dan berbagi,” kata Novrizal salah seorang alumni.
Menjelang sore, acara ditutup dengan makan bersama dan sesi foto penuh keakraban. Tidak ada kemewahan berlebihan. Namun dari kesederhanaan itulah terpancar sesuatu yang semakin mahal di masa kini: kebersamaan yang tulus.
Di tengah dunia yang semakin sibuk, Alumni SMA Negeri Padang Panjang Angkatan 1987 seolah membuktikan bahwa persahabatan lama masih bisa terus hidup—dirawat lewat silaturahmi, kepedulian, dan semangat berbagi di Hari Raya Qurban. (*/adek)











