Press "Enter" to skip to content

Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padang Panjang Gemparkan “Festival Besurek” Bengkulu

BENGKULU- Empat Program Studi di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padang Panjang pentas dalam Festival kain Besurek di Taman Budaya Bengkulu (24/08/2021).

Eko Petra Penyair dan teaterawan Bengkulu mengatakan, “Rangkaian pertunjukan dari empat Program Studi dengan karya-karya terbaiknya membuat penonton kagum dan riuh oleh tepuk tangan, ” tuturnya.

M. Fauzan salah seorang pemain Musikalisasi puisi.mengatakan “Konsep karya yang berangkat dari puisinya Sulaiman Juned yang dibuat komposisimusiknya diaransemen oleh Dharminta Soeryana merupakan kerja kreatif antara mahasiswa teater dengan dosen. Karya ini menceritakan tentang kejadian galodo / banjir bandang yang terjadi di Batusangkar, Sumatera Barat, ” tuturnya.

Sementara itu, Prodi Seni karawitan menampilkan komposisi karawitan bertajuk “Galuik Batingkah” Karya Firman, S.Sn., M.Sn.
Hamidun Saputra salah seorang pemusik mengatakan “Konsep karya yang berangkat dari tradisi diaransemen kembali dalam bentuk baru/populer. Hal.ini tentu untuk melestarikan dan menjaga budaya minangkabau melalui musik tradisi dengan instrumen talempong,canang, gong,dan tambua,” paparnya.

Sedangkan Prodi Seni Musik menampilkan dua lagu. Lagu pertama Wolfgang Amadeus karya Mozart, dan lagu kedua Botoi-Botoi Karya N.N yang mwrupakan lagu daerah Bengkulu yang diaransemen oleh Hadaci Siddik, S.Sn., M.Sn.

Hadaci Siddik mengatakan, “karya pertama dan kedua menggunakan format string quarted dalam menggarap karya komposer zaman klasik Mozart Wolfgang Amadeus dengan judul engklenah musik. Sementara karya kedua “Ya Botoi – Botoi” merupakan lagu daerah Bengkulu, ” ungkapnya.

Pertunjukan pembuka dalam Festival Besurek yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Bengkulu dari Prodi Seni Tari dengan tajuk “Koyah Rang Awak” Koreografer Arif Budiman.

Arif Budiman mengatakan “Tari ini berangkat dari tari tradisi bujang sembilan yang berasal dari daerah paninjauan, Tabu baraie, Kabupaten Tanah datar. Sumber pengembangan gerak terdiri dari gerak koyah, lapiah jarani dan gerak padah. Pengembangan tarian ini diolah berdasarkan elemen – elemen komposisi tari terutama dari elemen gerak, ruang, waktu dan tenaga. Tarian kreasi ini menggambarkan kebersamaan masyarakat nagari paninjauan dalam aktivitas kehidupannya sehari – hari,” ucapnya.

Ferry Herdianto, S.Sn., M.Sn Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang mengatakan “Pentas diluar kampus dari mahasiswa-mahasiswa empat Program Studi merupakan ajang pergelaran Fakultas Seni Pertunjukan. Sementara dipilihnya Bengkulu sebagai tempat pertunjukan karena bertepatan adanya ivent bergengsi Festival Kain Besurek, sehingga antusias masyarakat Bengkulu dalam mengapresiasi pertunjukan seni sangat tinggi. Sedangkan Prodi Antropologi Budaya bertindak sebagai tim dokumentasi dan publikasi,” paparnya.

Ferry Herdianto menambahkan “Karya-Karya yang ditampilkan ada yang berangkat dari lokalitas Minangkabau. Sementara Budaya minang dan bengkulu hampir sama, selanjutnya rata- rata mahasiswa ISI Padangpanjang yang turut serta kali ini juga berasal dari Bengkulu”. Paparnya Dekan FSP yang juga berasal dari Bengkulu.

Ferry Herdianto berharap “Usai pertunjukan minat masyarakat khususnya Bengkulu dapat meningkat dari tahun ke tahun, untuk tetap memilih kampus ISI Padangpanjang sebagai tempat menuntut ilmu. Sehingga lima Program studi yang ada di Fakultas Seni Pertunjukan semakin di minati oleh Masyarakat Bengkulu” tuturnya. (*/ril)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.