Press "Enter" to skip to content

Destinasi Wisata Tanah Datar Menuju Wisata Nasional dan Manca Negara

Kabupaten Tanah Datar satu diantara banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang menarik dan patut di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara. Kabupaten yang sering disebut- sebut Luhak Nan Tuo ini tidak hanya memiliki potensi wisata budaya namun potensi wisata alam di Tanah Datar pun tak kalah indahnya dari daerah lain.

Satu diantaranya destinasi wisata Aua Sarumpun. Bagi anda yang ingin menikmati pemandangan yang menawan dengan hamparan danau Singkarak dan pemandangan Gunung Merapi yang tampak jelas silahkan datang ke objek wisata Aua Sarumpun. Objek wisata yang terletak di ketinggian Nagari III Koto Rambatan ini, menawarkan pemandangan alam yang menawan dan indah.

Bupati Eka Putera dan Wabup Richi Aprian di Puncak Aua Sarumpun III Koto Rambatan, Kabupaten Tanah Datar

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyebutkan, pemerintah kabupaten Tanah Datar telah menetapkan Objek Wisata Aua Sarumpun sebagai salah satu destinasi wisata alam Tanah Datar yang patut dikembangkan, disamping pengembangan wisata lainya. ” Kita yakin Objek wisata Aua Sarumpun jadi tujuan wisata di Sumatera Barat,” ujar Eka Putra.

Keindahan Objek Wisata Aua Sarumpun sempat mendapat pujian dari peserta Rapat Koordinasi (rakor) dinas pariwisata se-Sumbar. Bahkan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatra Barat Novrial. Ia hadir untuk ikut menyaksikan Art Camp Festival dengan tema Pagelaran Seni di Atas Awan dan Pagelaran Seni Silauan Mentari.

“Dengan datang dan merasakan keindahannya, saya jadi yakin dan percaya ternyata ada kawasan tersembunyi yang belum begitu dikenal. Makanya harus kita kenalkan ke dunia luar sehingga wisatawan lain bisa menikmati pesona Aua Sarumpun,” kata Novrial.

Diakui Novrial, secara konsep Objek Wisata Aua Sarumpun bisa dikatakan hampir rampung. Pengunjung tidak hanya akan melihat pemandangan alam saja namun suguhan pertunjukan seni yang ditampilkan menjadikan Aua Sarumpun memiliki nilai dan produk wisata tersendiri dan menjadi ciri khas objek wisata Aua Sarumpun.

Saat ini Aua Sarumpun sudah ditata dengan baik, seperti warung-warung makanan, tiketing yang jelas, penambahan spot foto dengan memanfaatkan pepohonan serta wahana lainnya yang terus ditambah oleh pihak pengembang agar memiliki wahana yang disukai pengunjung.

Puncak Aua Sarumpun sudah memiliki berbagai fasilitas dan wahana seperti home stay, gedung pertemuan, pangung pertunjukan, kolam renang, flying fox, sepeda gantung dan berbagai wahana lainnya yang membuat pengunjung betah dan nyaman berdarmawisata.

Berdasarkan catatan jumlah pengunjung dari tahun ke tahun semakin bertambah, dari awal berdiri pada tahun 2017 lalu tercatat sudah 50 ribu lebih pengunjung yang menyempatkan diri berwisata di objek wisata Puncak Aua Sarumpun ini. 28.000 orang hingga tahun 2019 sudah mencapai 50.744 orang.

Menuju Geopark Nasional.

Dinilai memiliki warisan geologi dengan kekayaan alam hayati serta mampu mendukung perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempersiapkan Kawasan Danau Singkarak untuk menjadi Geopark Nasional.

Bupati Eka Putera mengakui, kawasan Danau Singkarak dipersiapkan untuk menjadi kawasan Geopark Nasional, karena Danau Singkarak merupakan sentral patahan Sumatera, berpotensi untuk dijadikan Geopark Nasional dengan didukung kekayaan hayati yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

Menurut Bupati Eka Putera, pemerintah provinsi Sumatera Barat mengusulkan sembilan geosite ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) mendukung Geopark Danau Singkarak dan beberapa destinasi lainya yang akan diajukan sebagai geopark nasional.

“Sembilan geosite yang telah diusulkan tersebut sudah melalui penelitian pihak Kementerian,” kata Eka Putera didampingi Kadis Pariwisata Abdul Hakim beberapa waktu lalu.

Disebutkan Eka Putera sembilan geosite hasil penelitian tim Kementerian ESDM tersebut di antaranya bukit belakang Istano Basa Pagaruyung, Bukit Aur Sarumpun, endapan Danau Singkarak Purba, kompleks kipas aluvial Danau Singkarak, jendela batu gamping Kuantan Singkarak, dan Goa Sopan Kijang Pangian.

Perjalanan menuju Geopark tentu tidak mudah, butuh dukungan semua pihak dan elemen masyarakat. Berbagai forum diskusi dan sosialisasi kepada masyarakat di seputar Danau Singkarak geopark agar Geopark dapat terwujud.

Kampuang Wisata Minang Sumpu

Desa wisata ini terpilih menjadi salah satu dari 50 desa wisata terbaik.Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu memang memiliki kuliner yang khas. Salah satunya rendang sumpu yang memiliki cita rasa sedikit berbeda dengan rendang lainnya.

Rendang Sumpu memiliki rasa manis yang tipis, namun tetap gurih dengan aromanya yang kuat.Selain rendang sumpu, juga ada rebon, singgang sumpu, dan pangek sumpu. Serta yang juga tak kalah khas adalah pangek sasau, singgang, dan juga ikan bilih goreng.

Bilih sendiri merupakan jenis ikan yang akan dapat ditemukan di Danau Singkarak yang berbatasan dengan Nagari Sumpu. Mencicipi deretan kuliner khas ini, ditambah dengan pengalaman memasaknya langsung, menjadi paket wisata yang banyak ditawarkan ke masyarakat.

Selain kuliner, Desa Wisata Kampuang Minang juga memiliki potensi budaya, yakni terdapat 70 rumah gadang yang beberapa diantaranya difungsikan sebagai homestay. Masyarakat dapat menginap di rumah tersebut dan merasakan pengalaman menjalani kehidupan sehari-hari.(adv)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.