PADANG PANJANG – Di balik pelayanan sebuah rumah tahanan, ada pekerjaan yang sering kali tidak terlihat dari luar. Pengelolaan fasilitas, memastikan kebutuhan pelayanan tersedia, hingga mendukung berbagai program pembinaan warga binaan merupakan bagian dari pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab.

Salah satu sosok yang menjalankan peran tersebut di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang adalah Dedi Suryadi, S.H., yang dipercaya sebagai Kepala Subseksi Pengelolaan (Kasubsi Pengelolaan).
Nama Dedi tercatat dalam berbagai kegiatan kedinasan Rutan Padang Panjang, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan fasilitas, pelayanan publik dan dukungan terhadap program pembinaan warga binaan.
Pada Februari 2024, misalnya, Dedi hadir dalam kegiatan pemberian penghargaan kepada warga binaan yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Kehadirannya menunjukkan keterlibatan unsur pengelolaan Rutan dalam mendukung program pembinaan kerohanian warga binaan.
Peran pengelolaan yang diembannya juga terlihat ketika Rutan Padang Panjang melakukan monitoring pelayanan kunjungan pada September 2024. Saat itu, Dedi bersama jajaran Rutan melakukan pengecekan kondisi ruang kunjungan serta ketersediaan fasilitas bagi keluarga warga binaan.
Pengelolaan fasilitas tersebut bukan sekadar persoalan sarana dan prasarana. Di balik ruang tunggu, tempat penitipan barang, hingga alur pelayanan, terdapat upaya menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi bagi masyarakat yang datang ke Rutan.
Mendukung Pembinaan Kemandirian
Memasuki 2026, peran Dedi juga terlihat dalam pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan. Pada April 2026, Dedi mendampingi Kepala Rutan Padang Panjang Novri Abbas, S.H., M.H., mengunjungi Rumah Batik Canting Buana Kreatif. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penjajakan kerja sama untuk memberikan pelatihan membatik kepada warga binaan.
Program semacam ini memiliki makna lebih luas. Pembinaan warga binaan tidak hanya berbicara tentang menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana seseorang memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Di titik inilah fungsi pengelolaan Rutan bersinggungan dengan tujuan pemasyarakatan: menciptakan lingkungan yang mendukung pembinaan sekaligus mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan sosial secara lebih baik.
Bagian dari Prestasi Rutan
Pada 2026, Dedi juga terlihat mendampingi Kepala Rutan Padang Panjang dalam penerimaan penghargaan terkait pelayanan publik. Rutan Kelas IIB Padang Panjang meraih predikat Terbaik I di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat dalam penilaian maladministrasi penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025 dengan nilai 85,10. Dedi hadir mendampingi Kepala Rutan dalam momentum tersebut.
Penghargaan tersebut tentu bukan hasil kerja satu orang. Ia merupakan capaian bersama seluruh jajaran Rutan. Namun, sebagai Kasubsi Pengelolaan, Dedi berada pada salah satu bagian penting yang menopang berlangsungnya pelayanan dan operasional Rutan.
Bekerja di Balik Layar
Bagi masyarakat, sosok pejabat pemasyarakatan sering kali baru terlihat ketika ada kegiatan resmi. Namun pekerjaan pengelolaan berlangsung setiap hari, termasuk memastikan fasilitas dapat digunakan, kebutuhan pelayanan tersedia dan kegiatan pembinaan mendapatkan dukungan yang memadai.
Jejak kegiatan Dedi dalam berbagai pemberitaan memperlihatkan satu benang merah: pekerjaannya banyak berlangsung di balik layar.
Dari pelayanan keluarga warga binaan, pembinaan kerohanian, pengembangan keterampilan melalui pelatihan membatik, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, semuanya membutuhkan koordinasi dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Karena itu, sosok seperti Dedi Suryadi, S.H. menjadi bagian dari mesin pelayanan pemasyarakatan yang mungkin tidak selalu berada di pusat perhatian, tetapi memiliki peran penting dalam memastikan Rutan tetap berjalan sebagai tempat pembinaan, bukan semata-mata tempat menjalani hukuman.(*/adek)











