Press "Enter" to skip to content

Dalam Teater, Proses Kerja Kreatif Itu Semur Hidup

PADANG PANJANG- Prodi Seni Teater, FSP, ISI Padang Panjang menggelar Kuliah Umum secara Virtual dengan tajuk ‘Proses Kerja Kreatif dalam Dunia Teater’ dengan narasumber N. Riantiarno (Pimpinan/Sutradara Teater Koma Jakarta), Senin (20/9/21).

” Kegiatan ini dilaksanakan untuk memompa semangat baru dalam memulai semester ganjil ini baik untuk mahasiswa semester 1, 3, 5 dan 7. Juga saling berbagi pengalaman emperik berteater yang sangat berharga dengan kolega kami di Jurusan Seni Teater. ” papar Sulaiman Juned, Ketua Jurusan Seni Teater ISI Padang Panjang.

Sulaiman Juned menambahkan, kegiatan yang dimoderatori Kurniasih Zaitun ini yang diikuti 100 orang peserta tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dan dosen di Jurusan Seni Teater, ” Namun turut serta pula dosen dan tokoh teater dari ISBI Bandung, ISBI Aceh, Unimed Medan, serta teaterawan dari Jakarta, Solo, Yogyakarta, Lampung, Jambi dan Aceh, ” ujar Sulaiman Juned.

Sedangkan Ferry Hardianto, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan dalam membuka kuliah umum itu berharap “Mas Nano” berkenan memicu kreatifitas dan semangat dalam ruang keilmuan teater yang memiliki kompetensi di bidang penyutradaraan, pemeranan, dramaturgi dan artistik.

Selain itu tuntutan di dunia insdustri seni agar mempertajam keahliannya untuk mendapatkan pekerjaannya. Sementara itu, alumni-alumni teater ISI Padang Panjang sudah sangat banyak bertebaran di seluruh nusantara, termasuk di Jakarta,” Semoga ada pula alumni kita yang diajak bergabung di teater Koma,” paparnya sambil membuka kuliah umum secara resmi.

Nano Riantiarno mengatakan, kerja kreatif dalam pentas teater, terwujudnya pentas yang sangat baik, menarik, bermakna dan bermanfaat bagi manusia. Terutama untuk kebudayaan Indonesia, hal ini tentu perkara paling penting, teater butuh persiapan yang memadai, sumber daya terlatih, multi pengetahuan dan keahlian khusus,” Totalitas sangat penting ditambah bertanggung jawab, disiplin menjadi modal yang utama” tuturnya.

Nano menambahkan, orang teater harus memiliki kecintaan terhadap dunianya. Cinta kepada teater dengan memiliki kesetiaan dan keyakinan. Satu hal lagi yang paling penting harus memiliki komitmen.

Nano menjelaskan, proses kerja kreatif dalam dunia teater itu seumur hidup, dan tidak ada orang teater itu menjadi veteran apalagi pensiun. Jadi, proses teater itu terus menerus dalam ruang proses latihan tak henti untuk menuju ke permainan yang sempurna.

” Sesungguhnya bakat tidak terlalu penting, sementara yang paling penting adalah ketekunan, kejujuran, kemauan untuk terus berlatih tak henti. Jika ini dilakukan pasti menjadi teaterawan yang handal,” papar sutradara teater koma itu. (rilis)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.