Press "Enter" to skip to content

Cegah Tawuran, Polisi Amankan Dua Geng

wartapublika.com- Jajaran Polres Padang Panjang menindak tegas sekelompok pemuda yang diduga sebagai pelaku ” cakak banyak” ( tawuran ) yang terjadi di Lapangan Anas Karim, Kamis (16/12/21), kemarin.

” Sejumlah pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran di Lapangan Anas Karim, Kantin. Mereka yang diamankan adalah anggota dari geng yang berbeda,” terang Kapolres Novianto Taryono, kepada awak media, Jumat (17/12/21) di Mapolres setempat.

Menurut keterangan tersangka kepada polisi, kejadian berawal dari chat Whatapps geng Ready To Kill  (RTK)  yang  akan membalas dendam kepada Geng Bukan Petarung (GBP), mereka telah janjian untuk bertemu  di lapangan  kantin Padang Panjang.

” Namun kejadian tersebut berhasil di ketahui pihak kepolisian Resor Padang Panjang, petugas segera mengamankan pelaku dan sejumlah senjata tajam,” ujar Novianto Taryono didampingi Ketua DPRD Mardiansyah, Dandim 0307/TD Wiyudha Utama dan Kasat Reskrim Syaiful Zubir.

Dari tangan tersangka pelaku, kata Novianto, polisi mengamankan  sebuah sabit, sebuah parang dan topeng yang akan diduga akan digunakan sebagai penutup muka mereka saat beraksi.

Kapolres Padang Panjang mengingatkan kepada setiap sekolah yang berada wilayah hukum Polres Padang Panjang agar melakukan pengawasan yang ketat terhadap para pelajar, sehingga tidak melakukan tindakan yang penyimpangan yang menganggu ketertiban umum.

Kedepan kata Novianto, pihaknya akan mengatur strategi dan pembagian personil,  membentuk berupa tim yang bertugas melaksanakan partoli malam hari untuk melakukan penertiban di lokasi yang di anggap “black spot” agar kejadian seperti ink tidak terjadi.

” Seluruh stake holder dan pihak terkait agar bekerja sama dengan serius untuk memerangi tindakan premanisme seperti ini karena negara tidak boleh kalah dengan premanisme,” tutup Novianto.

Menyikapi tindakan pelajar tersebut, Ketua DPRD Mardiansyah sangat menyayangkan kejadian, apalagi permasalahan ini akan berlanjut keranah hukum,” Tidak terbayangkan bagaimana masa depan mereka yang berstatus pelajar ini,” sesal Mardiansyah.

Mardiansyah juga mengingatkan kepada pihak sekolah agar selalu mengawasi gerak-gerik para siswa yang mencurigakan dan mengarah kepada tindak kekerasan atau menganggu ketertiban umum yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua dan sekolah.(adek)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.