Padang Panjang, wartapublika.com – Sosialisasi klaster logistik kebencanaan yang baru saja digelar di Padang Panjang, Kamis (17/7) di Aula BPBD setempat. Kegiatan yang dihadiri Kasubdit Distribusi dan Pengendalian Direktorat Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB, Maryanto, diikuti 34 elemen di antaranya kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Kepala BPBD Padang Panjang I Putu Venda mengatakan, penanganan bencana di Padang Panjang selama ini, dilakukan secara bersama dengan semua elemen. Program klaster logistik sebagai sebuah sistem penanganan bencana khususnya di bidang penyiapan logistik, merupakan keputusan peraturan BNPB Nomor 6 tahun 2022.
” Keberadaan klaster logistik di tiap daerah, akan memudahkan sinergi semua elemen dalam menyiapkan sistem penanganan kebencanaan yang baik dan terukur,” ujar I Putu Venda.
Sementara Maryanto menjelaskan, Sumatera Barat adalah daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Dan Padang Panjang merupakan salah satu wilayah yang juga rentan terhadap ragam bencana.
“Kita mengetahui, BPBD tidak bisa melakukan penanganan sendiri ketika bencana terjadi. Butuh kerjasama dengan berbagai pihak. Dan klaster logistik ini, akan jadi suatu wadah menggabungkan visi misi, data dan informasi kebutuhan, sehingga di lapangan tidak terjadi miskomunikasi,” sebut Maryanto.
Dikatakannya, terbentuknya klaster logistik,, akan memudahkan sinergi antar elemen dalam responds penanganan bencana. “Semoga dalam waktu dekat klaster logistik kebencanaan ini segera terbentuk,” harapnya.
Indra Nova, salah seorang pengiat radio komunikasi di Padang Panjang menilai sosialisasi bukan hanya sekedar acara seremonial namun memiliki peranan penting dalam kesiapsiagaan bencana.
“Klaster logistik ini sangat penting segera direalisasikan di Padang Panjang. Seperti dijelaskan pihak BNPB, ini merupakan sistem untuk membangun sinergi yang akan memudahkan penanganan bencana dari sisi logistik kebencanaan,” ujar Indra Nova.
Ia berharap Pemerintah kota Padang Panjang dapat bisa memanfaatkan kesempatan yang difasilitasi BNPB dengan sebaik-baiknya serta bisa mencontoh daerah lain yang telah lebih dulu membentuk klaster logistik ini.(*/adk)











