Press "Enter" to skip to content

Belajar dari Sosok Orang-Orang Baik dan Hebat Nan Rendah Hati

Oleh: Dr Hadi Suprapto Arifin

Bismillah… Alhamdulillah bersama tim Fikom Unpad plus (Dr. Dadang Rahmat Hidayat; Dr. Purwanti Hadisiwi; Agus Setiaman, M.Si; FX. Ari Agung Prastowo, M.I.Kom; Dr. Nindi Aristi; Ade Kadarisman, M.T; dan Dr., dr. Irvan Afriandi, MPH) selama dua hari, Kamis dan Jumat, 18-19 Juni 2020 ALLAH SWT telah mengantarkan saya pada nikmat silaturahim. Dua hari yang luar biasa bertemu untuk menimba ilmu dan pengalaman dari sosok hebat nan rendah hati. Mereka adalah Mas Aqua Dwipayana sekeluarga (Mbak Retno sang Istri dan Savero Karamiveta Dwipayana sang putra); Letjen TNI Doni Monardo Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19; Dr. Raditya Jati Kapusdatin Komunikasi Kebencanaan BNPB; Komjen Pol Boy Rafli Amar Kepala BNPT; dan jajaran pejabat Kapusdiklat BNPB yang dipimpin Berton Panjaitan PhD, pejabat BNPT yg di Sentul; dan Bapak Ventje Suardana pemilik hotel Mercure Cikini Jakarta.

Gelaran Dies Ke-60 Fikom Unpad

Semua berawal dari rangkaian acara Dies ke-60 Fikom Unpad. Saat Dekan dan jajaran pimpinan memberikan amanat kepada saya menakhodai rangkaian gelaran Dies tersebut. Dies ke-60 atau Lustrum ke-12 tentu bukan gelaran biasa.

Tahun 2020 tepatnya 18 September, Fikom Unpad menapaki kiprahnya 60 tahun mewarnai dunia Pendidikan. Dunia Rumpun Ilmu Komunikasi sejak berdiri 18 September 1960. Berbagai gelaran besar rangkaian 60 tahun Fikom Unpad menjadi harapan sivitas akademika. Temu Alumni Akbar; Rangkain Seminar Nasional/Internasional; Alumni dan Sepuh Bertutur; Napak Tilas Dari Publisistik Menuju Fikom; Fikom Anugerah; Fikom Harmoni; dsb.. dsb.. dsb dan Acara Orasi Puncak Dies.

Sejak Desember 2019 secara informal saya banyak diskusi dengan Pak Dadang Rahmat selaku Dekan Fikom Unpad dan beberapa kolega dosen serta alumni. Hasil perbincangan dengan dekan, mengerucut pada dua gelaran penting.

Pertama, gelaran puncak dies yaitu Orasi Ilmiah sepakat mengerucut pada nama Dr. Ir. Pramono Anung, MM sebagai salah satu alumni Doktor Program Studi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad. Saat ini beliau sedang menjabat sebagai Skretaris Kabinet di era kepemimpinan jilid 2 Presiden Ir. Joko Widodo. Minggu ketiga Februari 2020 saya diminta Pak Dekan mendampingi untuk silaturahim ke Pak Pramono Anung. Alhamdulillah beliau bersedia menyampaikan Orasi dalam gelaran puncak Dies pada tanggal 18 September 2020.

Kedua, gelaran Dies akan kami isi dengan enam seri Rangkaian Seminar atau Studium Generalle yaitu menghadirkan tokoh nasional dan alumni ke kampus Fikom Unpad dari Maret – Agustus 2020. Gelaran berseri ini juga merupakan ajang sosialisasi Dies ke-60.

Untuk seri pertama kami sepakat memilih Dr. Aqua Dwipayana (Motivator Nasional/Penulis Buku) dan alumni Pascasarjana (Magister dan Doktor) Prodi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad. Dekan meminta saya untuk melakukan komunikasi dengan Mas Aqua Dwipayana. Alhamdulillah Mas Aqua berkenan untuk menjadi narasumber di seri gelaran pertama Studium Generale.

Sejak pertengahan Februari 2020 saya dan Mas Aqua intens berkomunikasi. Di tengah pusaran kepadatan jadwalnya keliling Indonesia, Mas Aqua siap hadir memberikan Studium Generale sharing Komunikasi dan Motivasi pada tanggal 4 Maret 2020. Tentu ini dilakukan sebagai wujud dedikasi untuk almamater tercinta. Tanggal, jam, tempat, tema, logo, foto, picture promo pun intens kami bincangkan hingga 28 Februari 2020. Hasilnya 99% gelaran Studium Generale seri pertama pun siap sudah, tinggal menunggu Hari H-nya.

Manusia Berencana, ALLAH SWT Menentukan

Pada 2 Maret 2020 Presiden Jokowi mengumumkan virus Corona atau Covid-19 telah bertamu di bumi Pertiwi. Unpad pun merespon bagaimana protokol dalam menghadapi Covid-19 di kampus. Dua diantaranya adalah: (1) Tidak diizinkan sivitas akademika untuk tugas ke luar negeri; (2) Tidak diizinkan sivitas atau pun tamu yang baru datang dari luar negeri hadir ke kampus. Saat itu Mas Aqua baru semingguan pulang dari Korea Selatan yang rencananya menghadiri wisuda puterinya Alira Vania Putri Dwipayana di Korea University Business School.

Hal yg tersulit adalah saat Dekan Pak Dadang meminta saya mengabarkan hal ini kepada Mas Aqua, bahwa gelaran Studium Generale 4 Maret 2020 ditunda. Lebih dari tiga jam saya mesti merenung, bagaimana menyampaikan kepada Mas Aqua yang sudah menyisihkan waktu khusus dari sejuta kepadatan jadwalnya berbicara di berbagai forum. Setelah Dekan berkabar bahwa sore ini 02/03/2020 akan ada rapim dengan Rektor membincangkan Covid-19, maka saya putuskan akan kontak Mas Aqua saat Dekan rapat dengan Rektor.

Senin, 2 Maret 2020; jam 16.20 saya pun berkabar kepada Mas Aqua tentang penundaan jadwal Studium Generale melalui WA. Seperti biasa, dengan gaya khasnya Mas Aqua merespon WA saya dengan santun dan hangat. Beliau memaklumi situasi dan kondisi yang ada saat itu dan kebijakan yang diambil oleh pimpinan Unpad.

Saya pun merasa relatif lega membaca respon Mas Aqua yang sangat bijak. Bahkan bukan saja lega, saya pun bersyukur bahwa ALLAH SWT selalu melimpahkan rejeki kepada hambanya yang memiliki semangat memberi tanpa pamrih. Begitu pengunduran jadwal saya sampaikan, hanya dalam hitungan jam, Mas Aqua langsung diundang berbicara di forum Marketing Executive Kantor Pegadaian Wilayah X Bandung. Diundang sebagai pembicara profesional dengan bayaran total Rp 60 juta nett untuk bicara sekitar 2 jam. Inilah cara ALLAH SWT memuliakan hambaNya yang tak pernah henti menebar silaturahim dan kebaikan dengan tulus ikhlas.

Berpikir bahwa situasi dan kondisi Covid-19 yang akan segera mereda, kami menjadwal ulang sharing Komunikasi dan Motivasi dengan Mas Aqua pada 26 Maret 2020. Hebatnya Mas Aqua langsung bersedia. Inilah cara Mas Aqua menunjukkan sikap ta’zhimnya. sikap memuliakan guru-guru yang ada di almamater salah satu tempatnya menimba ilmu.

Tetap Santun dan Penuh Kehangatan Merespon Penundaan Jadwalnya yang Kedua Kalinya

Ternyata Covid-19 mewujud sebagai pandemi. Sesuai arah kebijakan kemendikbud Unpad pun membuat kebijakan WFH dan PBM secara daring. Kampus ditutup untuk semua aktivitas PBM secara tatap muka per 15 Maret 2020. Lagi dan lagi saya mesti menyampaikan penundaan gelaran Seri Pertama rangkaian Dies Ke-60 Fikom Unpad yang menghadirkan sosok Aqua Dwipayana.

Luar biasa respon Bapak dari dua orang putri dan putra yang sukses ini. Beliau tetap santun dan penuh kehangatan merespon penundaan jadwalnya yang kedua kalinya. Terima kasih Mas Aqua atas kepahaman situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Alhamdulillah Yaa Rabb… Engkau kenalkan saya dan bersahabat dengan sosok yang baik nan rendah hati ini.

Hari-hari yang marak dengan kuliah daring dan seminar daring (webinar) mewarnai masa WFH. Bukan hanya perkuliahan (PBM), sidang skripsi, tesis dan disertasi pun dilakukan secara daring, termasuk sidang untuk mata kuliah Jobtre (PKL). Kebetulan saya pembimbing PKL Savero Karamiveta Dwipayana (Ero) putra bungsu Mas Aqua, mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad.

Setelah Ero rampung merevisi berbagai saran yang saya berikan, maka saya menjadwal Ero sidang PKL Jumat 14 Mei 2020 pukul 14.00 melalui aplikasi zoom. Di masa serba daring ini, saya teringat Studium Generale dari seorang Aqua Dwipayana yang telah tertunda dua kali. Maka kamis 13 Mei 2020 sambil bincangkan teknis persidangan PKL besok, saya komunikasikan gagasan mewujudkan Studium Generale secara daring untuk Mas Aqua. Gagasan ini direspon positif Ero dan meyakini ayahnya akan berkenan mengisi Studium Generale secara daring dalam rangka Dies ke-60 Fikom Unpad.

Gagasan menghadirkan Mas Aqua secara daring pun saya musyawarahkan dengan Dekan. Alhamdulillah beliapun sepakat dan memberikan amanah agar saya menyampaikan kepada Mas Aqua. Senin 8 Juni jam 13.24 saya berkomunikasi dengan Mas Aqua melalui WA, menyampaikan Studium Generale versi daring. Hanya dalam hitungan menit Mas Aqua langsung merespon WA saya.

“Aww, siap Pak HADI. Berkat doa Bapak, saya sekeluarga sehat2. Semoga Pak HADI juga demikian ya. Aamiin ya robbal aalamiin… Terkait dengan rencana kuliah umum dalam bentuk webinar, insya ALLAH saya siap akhir Juni 2020 atau awal Juli 2020. Saya usul sbb :_

  1. Temanya dikaitkan dengan Covid-19.
  2. Pembicaranya saya n ERO. Pertimbangannya selama Covid-19 kami berdua sama2 membantu Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI DONI MONARDO. Pengalaman kami mungkin menarik untuk para peserta. ERO adalah satu2nya mahasiswa Ilmu Komunikasi yg bertugas di Graha BNPB Jakarta n selama 24 jam bisa langsung komunikasi sama Pak DONI MONARDO. Beliau sering mengajak ERO ngobrol sambil makan siang atau malam termasuk saat buka puasa.
    Bagaimana menurut Pak HADI terhadap semua usulan saya tersebut? Salam hormat buat keluarga. Makasih banyak Pak HADI.

Sejak 8 Juni 2020 kami Kembali intens berkomunikasi melalui WA dan telefon. Semua yang kami bincangkan selalu saya sampaikan kepada Dekan. Kami sepakat untuk merealisasikan gelaran ini secara daring Rabu, 1 Juli 2020 jam 08.00 sampai selesai. Bahkan Studium Generale ini semakin berkembang, melibatkan Ero sebagai salah satu narasumber. Lebih jauh lagi Mas Aqua telah meminta kesediaan Letjen TNI Doni Monardo yang notabene Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 sebagai Keynote Speaker. Tentu ini sebuah kehormatan bagi kami. Acara launching Dies Ke-60 Fikom menjadi semakin terasa berbobot, sehingga Dekan pun merespon sangat positif dan bersyukur.

Ternyata ALLAH SWT membawa semua ini melampai harapan-harapan kami. Mas Aqua kemudian menawarkan kepada kami untuk bertemu secara lansung dengan Letjen TNI Doni Monardo di Kantor Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19/BNPB di Jakarta. Bahkan Mas Aqua berkabar bahwa Pak Doni mengundang Fikom Unpad hari Kamis 18 Juni 2020 pukuk 14.00, tidak hanya Dekan dan ketua Dies, tapi boleh membawa tim maksimal delapan orang. Luar biasa, saat saya melaporkan semua pekembangan, hal ini langsung direspon sangat positif oleh Dekan. Sesuai protokol yang ada, maka Dekan segera melapor kepada Rektor tentang rencana kunjungan ke Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19
di Jakarta. Alhamdulillah Rektor memberikan restunya.

Saat saya sampaikan hasil pertemuan Dekan dengan Rektor, maka Mas Aqua bergerak cepat secara luar biasa menyusun agenda kunjungan kami selama di Jakarta. Tidak hanya bertemu Letjen TNJ Doni Monardo, Mas Aqua pun mengagendakan kami untuk berjumpa dan diskusi dengan Komjen Pol Boy Rafli Amar yang Ketua BNPT. Pak Boy alumni Program Doktor Prodi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad.

Bahkan Mas Aqua berusaha membuat kami tidak repot memikirkan transportasi, akomodasi, dll. Beliau langsung berkomunikasi dengan kolega-kolega akrabnya seperti Mayjen TNI Kurnia Dewantara Danseskoad yang langsung memfasilitasi kendaraan bus Seskoad yang nyaman dengan sopir dan montirnya. Untuk akomodasi kami di Jakarta, Mas Aqua berkomunikasi dengan sahabat akrabnya Pak Ventje Suardana pemilik hotel Mercure Cikini. Kami pun difasilitasi untuk bermalam di kamar yang nyaman di hotel Mercure Cikini. Bahkan Pak Ventje pun menyambut dan menjamu kami makan malam di hotel bintang 4 miliknya.

Luar biasa: kami diantar, dipertemukan, dan dapat rejeki. Nikmat belajar menimba ilmu dan pengalaman dari sosok yang hebat nan rendah hati. Alhamdulillah Yaa Rabb.. maka nikmat TUHANmu yang manakah yang kamu dustakan? Terima kasih banyak Mas Aqua, Pak Doni, Pak Boy, Pak Ventje, Pak Kurnia, Pak Raditya, Pak Berton Panjaitan, dan semua sosok-sosok yang baik hati di BNPB, BNPT Sentul serta Pak Cecep dan Pak Hermansyah yang menakhodai bus selama dua hari perjalanan kami.

Semoga ALLAH SWT melimpahkan sehat dan segala keberkahan kepada mereka sosok hebat, baik, dan nan rendah hati. Aamiin y robbal aalamiin…

hsa
CI 21062020 15.35

Penulis Ketua Senat dan Ketua Dies Natalis ke-60 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung.

Comments are closed.

Mission News Theme by Compete Themes.