Press "Enter" to skip to content

Bedah Rumah, Menebar Harapan: Karutan Novri Abbas Hadirkan Hunian Layak Bagi Warga

Karutan Novri Abbas ( kanan) didampingi Kasubsi Pengelolaan Dedi Suryadi dan Lurah Romi meninjau bedah rumah(photo : humas rupajang)

Padang Panjang, wartapublika.com – Suara palu yang beradu dengan paku memecah keheningan pagi di salah satu RT 02 kelurahan Tanah Pak Lambik, Padang Panjang Timur. Di bawah terik matahari, sejumlah petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Padang Panjang bersama warga binaan pemasyarakatan tampak bahu-membahu memperbaiki sebuah rumah Syafrizal (60) yang selama bertahun-tahun dihuni dalam kondisi tidak layak.

Hebatnya, program bedah rumah merupakan bagian dari Program Desa Binaan Pemasyarakatan yang bertujuan memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberikan manfaat langsung masyarakat ini biayanya berasal dari sumbangan sukarela pegawai dan warga binaan Rutan Padang Panjang ini juga membantu memperbaiki instalasi listrik rumah pria yang akrab di sapa Pak Oyong ini agar lebih aman dan layak huni.

Aktivitas itu menjadi pemandangan yang mengundang perhatian warga sekitar.
Program bedah rumah yang dilaksanakan Rutan Padang Panjang tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan tidak hanya berlangsung di dalam tembok pemasyarakatan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dengan pengawasan ketat dari petugas pengamanan, sejumlah warga binaan yang memiliki keterampilan di bidang pertukangan turut dilibatkan dalam proses renovasi. Mereka bekerja bersama petugas membongkar bagian rumah yang rusak, memperbaiki dinding, merombak ruangan yang semula hanya satu ruangan 2 x2.5 meter, menjadi 4x 4,5 m agar lebih aman dan nyaman untuk ditempati.

Kepala Rutan Novri Abbas menjelaskan bahwa keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian. Selain memberikan pengalaman kerja yang positif, kegiatan itu juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berkontribusi secara positif kepada masyarakat. Tentu seluruh kegiatan dilakukan dengan pengawasan dan pengamanan yang ketat sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Rumah yang menjadi sasaran bedah rumah diketahui milik warga kurang mampu yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak layak huni membuat keluarga tersebut kerap menghadapi keterbatasan kamar dan ruangan.

Kehadiran petugas dan warga binaan membawa harapan baru bagi keluarga tersebut. Sedikit demi sedikit, rumah yang sebelumnya tampak rapuh mulai berubah menjadi bangunan yang lebih kokoh dan layak dihuni.

Bagi warga binaan, keterlibatan dalam kegiatan sosial tersebut memberikan pengalaman yang berharga. Di luar rutinitas pembinaan yang dijalani, mereka dapat merasakan langsung arti berbagi dan membantu sesama. Keringat yang menetes selama proses pembangunan seakan menjadi simbol semangat untuk memperbaiki diri dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Warga sekitar pun menyambut baik kegiatan tersebut. Selain membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat, program itu juga memperlihatkan sisi humanis pembinaan pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan reintegrasi sosial.

Di tengah aktivitas gotong royong yang berlangsung, terlihat kebersamaan yang terjalin tanpa memandang latar belakang. Petugas, warga binaan, dan masyarakat bekerja dalam satu barisan, menyatukan tenaga dan kepedulian demi menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi sesama.

Sebuah wujud nyata bahwa proses pembinaan dapat melahirkan nilai-nilai positif, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Di balik pengawasan yang ketat dan disiplin yang dijalankan, tumbuh semangat gotong royong yang menjadi cerminan kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui program bedah rumah ini, Rutan Padang Panjang tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun jembatan kemanusiaan antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat,” terang Novri Abbas, sosok pemimpin yang penuh inovasi ini.(adek)

More from NEWSMore posts in NEWS »